Kamis, 17 Juni 2010

Cinta dan doa seorang ibu...

catatan ini aku dapet dari seorang sahabat dan saudaraku (Yudi ) via SMS yang aku terima tadi pagi, Rabu, 17 Maret 2010 jam 06.12. SMS ini sungguh menyentuh dan memberikan spirit yang luar biasa untuk memuliakan seorang ibu... Btw, thanks banget ya bro... Baru kali ini, aku bisa dokumentasikan kembali... Dan aku share buat temen2 semoga bisa memberikan manfaat buat yang lain.


" Pandangan rabun memudar, sudut mata yang slalu berkaca, tidak mampu menyembunyikan pancaran niatan suci dari pengabdian tiada usai. raga merapuh, terbungkus kulit keriput selayak lontar usang, samar tertulis ribuan kisah. Muara kasih,mematri pada gemetar jari-jari, jelas terbaca cinta abadi dari batin yang slalu kuat bertahan buatmu IBU...
Mungkin aku bohong bila dianggap anak berbakti, ibukupun sama hebatnya seperti ibu-ibu yang lain yang sangat kuingat, sepotong lafal doa ditulis rapi oleh ibuku, diselipkan di saku saat awal aku merantau dulu.
"Ya Allah, bila hari ini aku hina maka mulyakanlah aku. Bila aku rendah, maka tinggikanlah aku, bila aku rapuh maka kuatkanlah aku dst..."
Dulu tak ada yang bisa membuatkan segera terjaga selain air wudhu yang dipercikan ibu di pipiku di tiap shubuh tiba. Pagi tadi pagi aku henyak terjaga karena seperti merasakannya kembali teryata hanyalah mimpi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar